Lowongan IAIN Purwokerto Dosen

lowongan iain
lowonga iain

Lowongan IAIN

Lowongan IAIN. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto sedang membuka lowongan IAIN dosen tetap bukan PNS. Informasi resmi ini kami dapatkan dari website resmi IAN Purwokerto dengan surat pengumuman bernomor Nomor In.17/K/Kp.00.3/1954/2016.  Jika anda berminta menjadi dosen, silahkan baca informasi lengkapnya sampai bawah:

Berdasarkan Rapat Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto pada hari Jum’at, tanggal 24 Juni 2016 tentang Penerimaan Calon Dosen Tetap Bukan PNS, maka dengan ini kami umumkan formasi, persyaratan, waktu dan tempat pendaftaran Penerimaan Calon Dosen Tetap Bukan PNS IAIN Purwokerto Tahun 2016.

 

lowongan IAIN
lowongan IAIN

B. PERSYARATAN:
1. Tidak berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil (Bukan PNS);
2. Surat lamaran ditulis tangan sendiri dengan tinta hitam ditandatangani oleh pelamar di atas kertas bermaterai Rp. 6.000,- ditujukan kepada Rektor IAIN Purwokerto

3. Fotokopi sah ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisasi sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan, dengan ketentuan lulusan S.2 dari PTN / PTS terakreditasi dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) satu lembar;
4. Pasfoto berwama terbaru berlatar belakang warna merah ukuran 3 x 4 cm sebanyak 5 lembar;
5. Fotokopi KTP yang masih berlaku 1 (satu) lembar;
6. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
7. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter;
8. Pengalaman mengajar sebagai dosen sesuai bidangnya bila ada, dibuktikan dengan SK Pengamprr; 9. Usia maksimal 45 tahun pada tanggal I Agustus 2016;
10. Daftar Riwayat Hidup;
11. Tidak memiliki Nomor Urut Pendidik Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau Nomor Induk Dosen Nasional OJIDN) di tempat lain;
12. Berkas lamaran dimasukan dalam amplop coklat dengan mencantumkan jenis formasi yang dilamar pada sudut kiri atas.

C. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN:
Waktu : 28 Juni s.d. 14 Juli 2016 pukul 0g.00 s.d. Tempat : Sub Bagian Organisasi, Kepegawaian dan IAIN Purwokerto.

 

Untuk lebih jelasnya silahkan menuji ke web resmi lowongan IAIN Purwokerto berikut ini :
http://www.iainpurwokerto.ac.id/index.php/id/component/k2/item/333-pengumuman-penerimaan-cados-tetap-bukan-pns-iain-purwokerto-2016

Tentang IAIN Purwokerto

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto merupakan pengembangan dan alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 139 tahun 2014 tentang Perubahan STAIN Purwokerto menjadi IAIN Purwokerto. Secara historis, STAIN Purwokerto juga merupakan alih status dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1964-1994) dan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang (1994-1997) yang berkedudukan di Purwokerto.

Secara embrional, IAIN Purwokerto diilhami oleh pidato Menteri Agama RI, Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, saat peresmian Sekolah Persiapan (SP) IAIN (sekarang menjadi MAN 1) yang antara lain mengharapkan kepada para pendiri SP IAIN agar usaha pendidikan formal tidak berhenti sampai tingkat Aliyah (SLTA) saja. Akan tetapi, pendidikan formal tersebut dilanjutkan dengan usaha mendirikan fakultas-fakultas agama, yang pada saatnya dapat dimasukkan ke dalam Institut Agama Islam Negeri (Al-Djami’ah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah) Yogyakarta, sehingga dapat memberi kesempatan belajar lebih lanjut kepada lulusan SP IAIN khususnya, dan SLTA pada umumnya.

Ajakan Menteri Agama RI tersebut kemudian disambut oleh K.H. Muslich, yang ketika itu, selain sebagai ketua Yayasan Al-Hidayah, Pendiri SP IAIN, juga anggota DPRGR, Anggota MPRS, serta anggota Dewan Perancang Nasional, dengan mengajak tokoh-tokoh muslim Banyumas lainnya, antara lain: H.O.S. Noto Soewiryo (Kepala Pengawas Urusan Agama Karesidenan Purwokerto); Drs. Muzayyin Arifin (Ketua SP IAIN Pur­wokerto); K.H. Muchlis (Penghulu pada Kantor Urusan Agama di Purwokerto), dan Muhammad Hadjid (seorang pengusaha di Purwokerto) untuk mendirikan Badan Wakaf Al-Djami’ah Sunan Kalijaga. Tugas utama badan wakaf ini adalah mendirikan lembaga pendidikan tinggi agama di Purwokerto dengan segera.

Usaha keras Badan Wakaf yang diketuai oleh K.H. Muslich tersebut mem­peroleh simpati dan dukungan dari masyarakat luas. Oleh karenanya, pada 10 November 1962, Badan Wakaf Al-Djami’ah Sunan Kalijaga mendirikan Fakultas Tarbiyah Al-Djami’ah Sunan Kalijaga. Kemudian, pada tahun itu pula, 12 Desember 1962, Badan wakaf Al-Djami’ah Sunan Kalijaga secara resmi diakte-notariskan sebagai badan hukum yang mendirikan dan mengelola fakultas tersebut.

Setelah hampir dua tahun Fakultas Tarbiyah Al-Djami’ah Sunan Kalijaga Purwokerto berjalan, para pendiri yang dibantu para Residen Banyumas, melalui Rektor IAIN Al-Djamiah Al-Hukumiyah Yogyakarta mengusulkan kepada Menteri Agama agar Fakultas Tarbiyah Al-Dja­mi’ah Sunan Kalijaga Purwokerto dinegerikan.

Akhirnya, dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 1964 Tanggal 9 September 1964, Fakultas tersebut dine­gerikan dan menginduk kepada IAIN Al-Djami’ah Al-Hukumiyah Yogyakarta, yang kemudian berubah namanya men­jadi IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Serah terima penegerian Fakultas Tarbiyah Purwokerto sekaligus penggabungannya dengan IAIN Sunan Kalijaga dilakukan pada 3 Nopember 1964. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Al-Djami’ah Sunan Kalijaga Purwokerto resmi menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Purwokerto.

Selanjutnya, atas dasar pertimbangan geografis dan efisiensi pembinaan teknis kewilayahan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 385 Tahun 1993, Nomor 394 Tahun 1993, dan Nomor 408 Tahun 1993, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Purwokerto dilim­pahkan dari IAIN Sunan Kalijaga Yogya­karta kepada IAIN Walisongo Semarang. Serah terima pengindukan dari IAIN Sunan Kalijaga kepada IAIN Walisongo itu baru bisa dilaksanakan pada 13 Desember 1994. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Purwokerto berubah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Purwokerto.

Kemudian, dengan Keputusan Pre­siden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri pada 21 Maret 1997, maka Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Purwokerto menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwo­kerto, sebagai perguruan tinggi yang mandiri untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas.

Perubahan status dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Purwokerto menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto ini memberi otonomi yang besar dan peluang yang banyak untuk me­ngembangkan potensi yang dimiliki STAIN Purwokerto sesuai dengan ke­butuhan masya­rakat dan potensi civitas aka­demika, dengan cara mem­buka Ju­rusan dan Program Studi baru, serta melakukan pe­nyempurnaan ku­rikulum dan me­lakukan reformasi dalam berbagai aspek.

Pada tahun 2012 STAIN Purwokerto membuka Pascasarjana Strata 2 (S-2) yaitu Program Studi Hukum Ekonomi Syari`ah (HES) dan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 164 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Prodi, STAIN membuka program studi untuk Strata I (S.I) yaitu program studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) dan Manajemen Dakwah (MD).

Pada tahun 2014, status STAIN Purwokerto berubah dari SEKOLAH TINGGI menjadi INSTITUT. Perubahan status ini ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 139 tahun 2014. Seiring dengan alih status menjadi IAIN, terjadi penambahan 10(sepuluuh) program studi strata satu (S-1) baru berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 547 Tahun 2015 dan 4 program studi jenjang pascasarjana strata dua (S-2). Sampai saat ini IAIN Purwokerto mengelola 22 prodi S-1, 6 prodi S-2, dan 1 prodi Diploma III.

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*