Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga
Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

Ide bisnis untuk Ibu rumah tangga kami rangkum dikarenakan ibu rumah tangga identik dengan pekerjaan rumahan seperti merawat anak, membersihkan rumah, dan menyiapkan segala kebutuhan rumah untuk anggota keluarganya. Banyak ibu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi dan tidak mempergunakan ilmunya karena tidak dapat bekerja. Namun sekarang zaman telah berubah. Banyak hal yang dapat Anda lakukan di rumah tanpa perlu bekerja di kantor. Banyak hal yang bisa Anda kerjakan tanpa perlu meninggalkan keluarga Anda dan Anda tetap mengurus keluarga.

Berikut ini adalah ide bisnis untuk ibu rumah tangga yang dapat dicoba :

  1. Reseller
Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga #1 Reseller
Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga #1 Reseller

Reseller merupakan ide bisnis untuk ibu rumah tangga dengan modal kecil yang dijalankan dengan cara menjual kembali suatu barang. Sistemnya, kita membeli barang dari supplier dengan harga grosir, kemudian, kita menjualnya kembali dengan harga konsumen. Peluang bisnis online untuk ibu rumah tangga ini cukup tinggi, terutama bagi ibu rumah tangga yang memiliki pergaulan yang luas. Hal ini karena cara pemasarannya dengan memanfaatkan media sosial yang Anda miliki. Cara ini sangat ampuh untuk berjualan karena mudah dan tidak membutuhkan biaya. Berbagai barang yang marak dijual dengan sistem reseller sangatlah luas. Barang tersebut mulai dari barang fashion seperti baju, tas, sepatu dan aksesoris, dan sampai makanan mulai dari makanan sehat, makanan impor dan cemilan khas.

2. Catering

Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga #2 Catering
Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga #2 Catering

Pekerjaan ini sangat tepat bagi ibu rumah tangga yang memiliki hobi memasak dan senang bereksperimen di dapur dengan berbagai resep pilihan. Bisnis katering adalah salah jenis bisnis yang tidak pernah sepi, sebab sepanjang tahun orang-orang akan selalu membutuhkan layanan tersebut. Usaha ini dapat dimulai dari skala kecil, yakni dengan menawarkan dan memenuhi kebutuhan orang-orang terdekat, seperti tetangga, teman, keluarga, sahabat. Namun, jika ditekuni dengan giat, maka usaha katering rumahan ini bisa berkembang menjadi besar dan memiliki banyak pelanggan.

3. Mainan dan Perlengkapan Anak

Buat kamu yang sudah memiliki buah hati, membuka bisnis mainan dan perlengkapan anak bisa kamu pertimbangkan berhubung teman-temanmu juga pastinya sudah banyak yang memiliki anak sepertimu. Untuk mainan, cobalah untuk menjual mainan edukatif yang sedang jadi tren saat ini.

4. Toko Kelontong atau Toko Sembako

Membuka toko kelontong atau toko serba ada dengan skala kecil merupakan salah satu hal yang sangat mungkin dilakukan oleh ibu rumah tangga di sela mengurus rumah tangga. Terutama bagi Anda yang tinggal dalam lingkungan perumahan, dimana belum ada toko kelontong yang menyediakan aneka barang dengan cukup lengkap. Banyak orang membutuhkan sesuatu dengan skala kecil dan malas untuk membeli di toko besar karena terpaut jarak yang jauh. Di sini fungsi toko kelontong yang menjual aneka barang dagangan menjadi salah satu jenis toko yang dibutuhkan oleh warga sekitar. Modalnya pun tidak terlampau besar jika Anda membukanya di rumah.

5. Bisnis Kosmetik

Anda bisa memulai mencoba bisnis kosmetik ini dengan modal kecil terlebih dahulu, karena saat ini potensi sukses serta penghasilan yang didapat dari menjual produk kosmetik sangat menggiurkan. Anda perlu mencari agen penjual kosmetik yang terpercaya dan bisa diajak untuk bekerja sama dalam memasarkan produk tersebut. Selanjutnya adalah langkah pemasaran dan promosi kepada pelanggan secara efektif. Gunakan fasilitas media sosial, pasang iklan online di blog, melalui YouTube atau melalui  email marketing.

6. Dropshipper

Bisnis ini mirip dengan bisnis reseller. Bedanya adalah dalam bisnis ini Anda tidak perlu menyetok barang dan mengirimkannya kepada konsumen secara langsung. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari konsumen yang ingin membeli produk Anda. Konsumen yang tertarik dengan barang Anda dan berniat membeli produk Anda kemudian mentransferkan uang sejumlah harga barang yang Anda berikan. Setelah Anda mendapatkan konsumen, Anda bisa mengirimkan alamat konsumen dan jenis barang yang dipesan kepada supplier. Supplier nantinya yang akan melakukan pengepakan dan pengiriman barang pesanan konsumen tersebut. Uang yang Anda bayarkan kepada supplier adalah seharga barang tersebut jika dijual dengan harga grosir. Nah, selisih harga antara harga jual dan harga dari supplier inilah yang menjadi keuntungan Anda.

7. Freelancer

Tak mau pusing-pusing berbisnis, kamu bisa menjadi freelancer dengan mengandalkan kemampuan atau keterampilan yang kamu miliki, misalkan menjadi penulis, penerjemah, desain, admin sosial media, dan lain sebagainya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.