Virus Corona Merajalela [HOAX]

Hoax Virus Corona Merajalela
Hoax Virus Corona Merajalela

Hoax Virus Corona Merajalela

Hoax virus corona merajalela ditandai dengan viral informasi mengenai sejumlah kota yang disebut sebagai zona kuning penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. Adapun pesan viral yang beredar di medsos berbunyi:

“Btw ini info Corona per 28 Februari 2020. Info dari Kemenkes juga ada 6 kota zona kuning Corona: Medan, Batam, Jakarta, Surabayo, Bali, dan Manado,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Hoax Virus Corona Merajalela
Hoax Virus Corona Merajalela

Hal tersebut kemudian menyebabkan kegelisahan di kalangan masyarakat. Merespons hal tersebut, pihak Kementerian Kesehatan berani memastikan bahwa Kementerian Kesehatan tidak membuat pernyataaan seperti yang sudah tersebar via medsos.

“Kemenkes tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang ‘6 kota zona kuning corona’, sebagaimana informasi yang beredar di media sosial,” tulis Kemenkes dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (29/2/2020).

Sejauh ini, Kemenkes menyebut terus melakukan upaya cegah tangkal Covid-19 di seluruh pintu masuk negara yang berjulah 135 baik yang dari darat, laut, maupun udara, termasuk sumber daya manusia dan peralatannya.

Baca Juga : Vaksin MMR Bukanlah Penyebab Autisme

“Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan hoax yang tidak jelas isi dan sumbernya,” tutupnya

Viral Virus Corona Merajalela di Indonesia

Sementara itu dalam kesempatan lainnya di medsos ramai pesan yang menyebutkan bahwa sekitar 136 pasien dalam pengawasan virus corona. Tertulis juga disitu bahwa PDP terbanyak virus corona terbanyak berada di DKI Jakarta.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes menanggapi hal tersebut dengan menyebut PDP berbeda dengan pasien positif virus corona. Ada tahapan yang dilakukan untuk dapat menentukan seseorang tersebut positif atau negatif dalam terpapar virus Covid-19.

“Data dari mana sih itu? Karena data dari Litbangkes yang pertama kali mengeluarkan itu saya. saya malah bingung sendiri data dari mana,” katanya kepada detikcom, Sabtu (29/2/2020).

Sebelum menjadi PDP, semua orang yang datang dan mempunyai riwayat perjalanan dari negara yang ada kasus positif virus corona di daerahnya kemudian datang ke Indonesia, misalnya pendatang dari Korsel, Tiongkok, Jepang, maupun Malaysia, baik WNI dan atau WNA, disebut sebagai ODP atau orang dalam pemantauan.

Jika seseorang dalam pemantauan tersebut menjadi sakit yang mirip dengan gejala virus corona, maka statusnya menjadi PDP. Kemudian, PDP akan menjalani tes swab dan tes check laboratorium untuk mengetahui hasil bahwa dirinya terpapar virus atau tidak.

Hingga artikel ini ditulis, seluruh PDP dipastikan negatif virus corona Covid-19.

“Takutnya, itu data lama sebelum 143 yang dianggap semuanya dicurigai corona. Sekarang 143 semua negatif, spesimen dikirim dari 44 RS di 22 Provinsi,” tuturnya.

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa masyarakat jangan mudah percaya terhadap berita yang tidak jelas sumbernya. Sejauh ini hingga artikel ini ditulis, Kementerian Kesehatan melakukan upaya pencegahan dan penangkalan virus Covid-19 di seluruh akses negara yang berjumlah 135 titik baik itu jalur udara, laut, juga darat hingga termasuk sumber daya manusia dan peralatan.

Berita ini diambil dari detikcom. https://bit.ly/32Gou7f

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.