Tecno Spark GO

HP Rp1 Jutaan Makin Langka? Begini Masa Depan Smartphone Murah di Indonesia

Beberapa tahun lalu, budget sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta sudah bisa mendapatkan smartphone baru dengan layar besar, RAM cukup lega, baterai jumbo, dan beberapa kamera.

Namun memasuki 2026, persaingan di kelas termurah mulai berubah.

Pertanyaannya: apakah era HP Rp1 jutaan akan segera berakhir?

Smartphone Murah Sedang Menghadapi Tekanan Besar

Counterpoint Research pada September 2026 memperkirakan jumlah smartphone global berharga di bawah US$200 dapat menyusut sekitar 40 persen antara 2025 hingga 2030.

Jika proyeksi itu terjadi, lebih dari 230 juta unit pengiriman tahunan smartphone murah bisa menghilang dibandingkan level 2025.

Bukan berarti HP murah akan benar-benar punah.

Namun jumlah pilihan dan spesifikasi yang ditawarkan kemungkinan berubah.

Kenapa Segmen Murah Paling Terdampak?

Jawabannya sederhana: margin keuntungan.

Smartphone flagship yang dijual belasan hingga puluhan juta rupiah mempunyai ruang harga lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya komponen.

HP entry-level tidak memiliki kemewahan tersebut.

Misalnya biaya memproduksi smartphone naik Rp200.000.

Tecno Spark GO
Tecno Spark GO

Pada perangkat Rp20 juta, kenaikan tersebut mungkin relatif kecil. Namun untuk perangkat Rp1,5 juta, Rp200.000 bisa mengubah struktur harga secara signifikan.

Apalagi biaya memori meningkat tajam sepanjang 2026.

Counterpoint menyebut kenaikan biaya komponen smartphone low-end dengan konfigurasi setara mencapai sekitar 70 persen secara tahunan pada Q2 2026, dengan memori menjadi pendorong utamanya.

Produsen Harus Berkompromi

Dalam kondisi seperti ini, produsen memiliki beberapa pilihan.

Mereka bisa menaikkan harga jual, mengurangi RAM, menggunakan storage lebih kecil, memakai chipset lebih lama, atau tidak lagi memproduksi model tertentu.

Karena itu, konsumen mungkin masih menemukan smartphone Rp1 jutaan, tetapi peningkatan spesifikasinya tidak seagresif dulu.

Contohnya, daripada menaikkan RAM menjadi 8 GB, produsen mungkin mempertahankan 4 GB atau 6 GB.

Storage 256 GB juga bisa kembali menjadi fitur yang lebih banyak ditemukan di kelas harga lebih tinggi.

Indonesia Sangat Sensitif terhadap Perubahan Ini

Pasar Indonesia dikenal mempunyai basis pengguna smartphone entry-level yang besar.

Namun pada Q1 2026, segmen entry-level di bawah US$150 mengalami tekanan tajam ketika pengiriman smartphone Indonesia secara keseluruhan turun 9 persen secara tahunan.

Di sisi lain, konsumen mulai mempertimbangkan kelas harga lebih tinggi karena selisih fitur yang ditawarkan semakin menarik.

Mid-Range Bisa Menjadi Pilihan Baru

Counterpoint memperkirakan kategori mid-range akan semakin strategis menuju 2030.

Alih-alih berlomba menjual perangkat paling murah, produsen kemungkinan fokus menawarkan smartphone dengan kombinasi lebih seimbang antara kamera, baterai, desain, performa, software update, 5G, dan fitur AI.

Bagi konsumen, perubahan ini berarti budget pembelian smartphone mungkin perlu disesuaikan.

Apakah HP Rp1 Jutaan Masih Layak Dibeli?

Tentu saja, selama sesuai kebutuhan.

Untuk WhatsApp, YouTube, media sosial ringan, mobile banking, dan aplikasi komunikasi, smartphone entry-level masih dapat menjadi pilihan.

Namun jangan menilai perangkat hanya berdasarkan RAM atau jumlah kamera.

Periksa juga jenis chipset, kualitas layar, update keamanan, storage, daya tahan baterai, serta reputasi layanan purnajual.

Era HP murah belum selesai.

Namun definisi “murah tetapi spesifikasinya luar biasa” mungkin tidak akan sama seperti sebelumnya.

Jika harus memilih, apakah Anda lebih suka HP Rp1 jutaan dengan spesifikasi sederhana atau menambah budget untuk smartphone kelas menengah?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.