Jangan Sampai WhatsApp Dibajak Aktifkan 6 Pengaturan Keamanan Ini
WhatsApp sudah jadi bagian penting dari hidup banyak orang, tetapi justru karena itulah akun ini sering menjadi target penipuan dan pembajakan. Sekali lengah, akun bisa diambil alih, chat disalahgunakan, dan kontak Anda ikut jadi sasaran. Padahal, WhatsApp sendiri sudah menyediakan beberapa lapisan perlindungan yang bisa diaktifkan pengguna untuk memperkecil risiko tersebut. Pesan dan panggilan pribadi di WhatsApp memang sudah dilindungi end-to-end encryption secara default, tetapi Meta juga menambahkan fitur lain seperti two-step verification, chat lock, privacy checkup, dan alat privasi tambahan untuk memperkuat keamanan akun.
Masalahnya, banyak orang merasa fitur keamanan itu tidak terlalu penting sampai akun mereka bermasalah. Padahal, langkah pencegahan selalu jauh lebih mudah daripada memulihkan akun yang sudah terlanjur diretas. Karena itu, kalau Anda ingin WhatsApp lebih aman, ada enam pengaturan yang layak segera diaktifkan.
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Lapisan pertama yang paling penting adalah verifikasi dua langkah. Fitur ini menambahkan PIN yang akan diminta saat nomor Anda didaftarkan ulang di WhatsApp, sehingga akun tidak mudah diambil alih hanya dengan kode SMS. WhatsApp juga menegaskan bahwa PIN verifikasi dua langkah berbeda dari kode 6 digit yang dikirim lewat SMS atau panggilan saat proses registrasi.
Fitur ini sederhana, tetapi dampaknya besar. Kalau ada orang lain mencoba masuk memakai nomor Anda, mereka tidak cukup hanya mendapatkan OTP. Mereka juga harus tahu PIN tambahan yang Anda buat sendiri.
2. Tambahkan Email Pemulihan
Banyak pengguna menyalakan verifikasi dua langkah, tetapi lupa menambahkan email pemulihan. Ini kesalahan yang cukup berisiko. WhatsApp menjelaskan bahwa bila Anda lupa PIN verifikasi dua langkah, tidak ada cara untuk mempercepat masa tunggu 7 hari kecuali menggunakan jalur pemulihan yang tersedia.

Karena itu, email pemulihan bukan sekadar pelengkap. Ini adalah jalur aman yang bisa menyelamatkan Anda saat lupa PIN atau perlu mengakses kembali akun dengan cepat.
3. Gunakan Passkey
Kalau fitur ini sudah tersedia di perangkat Anda, passkey layak diaktifkan. Passkey dirancang sebagai metode login yang lebih aman dan praktis karena bisa memakai biometrik atau kunci layar perangkat, bukan hanya kode tradisional. Meta juga telah mendorong penggunaan passkey di produk-produknya sebagai alat tambahan untuk menjaga privasi dan keamanan akun.
Dalam konteks keamanan WhatsApp, passkey memberi lapisan modern yang membuat akses ke akun terasa lebih sulit dibobol sekaligus lebih nyaman dipakai oleh pemilik akun.
4. Nyalakan Chat Lock
Bukan cuma akun yang perlu diamankan, tetapi juga percakapan penting di dalamnya. Untuk itu, WhatsApp menyediakan Chat Lock. Fitur ini memungkinkan chat tertentu disimpan dalam folder terkunci yang hanya bisa dibuka dengan sandi perangkat, Face ID, fingerprint, atau secret code. Saat chat dikunci, detail isi pesan di notifikasi juga ikut disembunyikan.
Fitur ini sangat berguna untuk menjaga percakapan sensitif tetap privat, terutama jika ponsel Anda kadang dipinjam orang lain atau sering terbuka di tempat umum.
5. Aktifkan Silence Unknown Callers
Salah satu celah gangguan yang sering diremehkan adalah panggilan dari nomor tak dikenal. Karena itu, Silence Unknown Callers termasuk fitur yang sangat layak dinyalakan. Meta menjelaskan bahwa fitur ini membantu menyaring spam, scam, dan panggilan dari orang yang tidak dikenal. Panggilan tersebut tidak akan berdering di ponsel, tetapi tetap muncul di daftar panggilan bila ternyata penting.
Ini penting karena banyak modus penipuan berawal dari panggilan acak yang memancing panik, rasa penasaran, atau manipulasi psikologis.
6. Jalankan Privacy Checkup
Kalau Anda ingin cara paling praktis untuk meninjau pengaturan keamanan, gunakan Privacy Checkup. Fitur ini dirancang sebagai panduan langkah demi langkah yang mengarahkan pengguna ke pengaturan privasi penting dalam satu tempat. Menurut Meta, fitur ini membantu pengguna memilih tingkat perlindungan yang tepat untuk pesan, panggilan, dan informasi pribadi mereka.
Keunggulannya, Anda tidak perlu menebak-nebak menu mana yang harus dibuka. Privacy Checkup membantu memastikan pengaturan privasi utama benar-benar sudah ditinjau dan disesuaikan.
Penutup
Akun WhatsApp yang aman tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan hati-hati. Anda juga perlu memanfaatkan fitur keamanan yang memang sudah tersedia. Verifikasi dua langkah, email pemulihan, passkey, chat lock, silence unknown callers, dan privacy checkup adalah kombinasi yang masuk akal untuk membuat akun jauh lebih sulit dibajak. WhatsApp sendiri terus menambah lapisan privasi di atas enkripsi default demi memberi kontrol yang lebih kuat kepada pengguna.







