Jelang Lebaran Lindungi WhatsApp Anda dengan 6 Langkah Keamanan Ini
Menjelang Lebaran, aktivitas di WhatsApp biasanya melonjak drastis. Orang saling kirim kabar, belanja, berbagi undangan, sampai menerima banyak pesan promo dan tautan paket. Justru di momen seperti ini, penipu biasanya ikut lebih agresif bergerak. Meta mengatakan mereka terus merilis alat anti-scam di WhatsApp, dan pada paruh pertama 2025 saja WhatsApp menindak lebih dari 6,8 juta akun yang terkait pusat penipuan.
Masalahnya, banyak korban tidak merasa sedang diserang. Modusnya sering sederhana: akun teman tiba-tiba mengirim kode, ada telepon dari nomor asing, undangan grup mencurigakan, atau tawaran kerja dan investasi yang terdengar terlalu mudah. Karena itu, cara paling aman bukan menunggu kejadian, tetapi memperkuat akun sejak sekarang. Berikut enam langkah yang paling masuk akal untuk dilakukan.
1. Aktifkan verifikasi dua langkah
Ini adalah lapisan keamanan paling penting. Dengan verifikasi dua langkah, akun WhatsApp Anda tidak cukup diamankan oleh kode SMS saja, tetapi juga PIN tambahan yang Anda buat sendiri. Jadi, kalau ada orang lain mencoba mendaftarkan nomor Anda, mereka tidak bisa langsung masuk hanya dengan OTP.
2. Cek perangkat tertaut secara rutin
Salah satu celah yang sering dilupakan adalah fitur Linked Devices. Jika ada perangkat asing yang tertaut, orang lain bisa membaca chat tanpa harus memegang ponsel Anda terus-menerus. Karena itu, biasakan membuka menu perangkat tertaut dan keluarkan sesi yang tidak Anda kenali. Ini sangat penting karena pembajakan akun sering terjadi lewat penyalahgunaan proses pairing, bukan dengan membobol enkripsi WhatsApp.
3. Nyalakan Silence Unknown Callers
Nomor asing sering dipakai untuk spam, social engineering, atau panggilan penipuan yang memancing panik. Fitur Silence Unknown Callers membantu menyaring panggilan dari nomor yang tidak dikenal agar tidak berdering, meski tetap tercatat di daftar panggilan kalau ternyata penting. Meta menjelaskan fitur ini memang dibuat untuk membantu menyaring spam, scam, dan panggilan dari orang yang tidak dikenal.

4. Kunci chat yang sensitif
Kalau ada percakapan pribadi atau penting, gunakan Chat Lock. Fitur ini menyimpan chat di folder terkunci yang hanya bisa dibuka dengan biometrik atau sandi perangkat. Meta juga menyebut detail chat yang dikunci akan otomatis disembunyikan dari notifikasi. Ini tidak langsung mencegah scam, tetapi sangat membantu menjaga privasi jika ponsel dipinjam, hilang, atau jatuh ke tangan orang lain.
5. Aktifkan Privacy Checkup dan pengaturan akun ketat
WhatsApp menyediakan Privacy Checkup untuk memandu pengguna meninjau pengaturan privasi penting dalam satu tempat. Selain itu, WhatsApp juga menambahkan Strict Account Settings pada 2026 sebagai fitur gaya lockdown untuk perlindungan ekstra terhadap serangan yang lebih canggih. Fitur-fitur ini membantu pengguna menata lapisan perlindungan tanpa harus mengutak-atik semua menu secara manual.
6. Jangan klik tautan dan jangan pernah bagikan kode
Ini terdengar klasik, tetapi masih paling sering memakan korban. Meta menjelaskan banyak scam memakai iming-iming uang cepat, investasi, atau tugas sederhana yang ujungnya meminta setoran uang atau memindahkan korban ke platform lain. FTC juga terus mengingatkan publik untuk waspada terhadap berbagai modus scam digital. Jadi, kalau ada pesan mendesak, hadiah, lowongan instan, atau permintaan kode verifikasi, anggap itu sebagai tanda bahaya sampai terbukti aman.
Penutup
WhatsApp memang sudah memiliki enkripsi end-to-end secara default, tetapi keamanan akun tetap sangat bergantung pada kebiasaan pengguna. Menjelang Lebaran, saat lalu lintas pesan makin ramai dan kewaspadaan sering turun, mengaktifkan enam langkah di atas bisa membuat akun Anda jauh lebih sulit diambil alih.






