Pendaftaran BPJS Kesehatan

Logo_BPJS_KesehatanPada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam pendaftaran BPJS Kesehatan.

Pendaftaran BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu, Offline (Konvensional) dan Online.

Untuk pendaftaran BPJS Kesehatan secara online dapat menuju ke website resmi BPJS Kesehatan atau klik pada alamat url berikut ini :

Pendaftaran Online BPJS Kesehatan

Pada awalnya, saya sangat tertarik dengan penyediaan layanan pendaftaran BPJS Kesehatan secara online. Dengan adanya layanan pendaftaran BPJS Kesehatan secara online, hal ini memudahkan masyarakat dalam melakukan aplikasi pendaftaran BPJS Kesehatan juga sekaligus mampu memangkas antrian pendaftaran pada kantor cabang BPJS yang tersebar di seluruh kota di Indonesia.

Namun demikian, masih perlu adanya pembenahan dalam hal ketersediaan data. Dalam kasus saya, sebagai pasangan pengantin baru yang baru saja mendapatkan KK, KK baru yang saya terima tidak terdaftar dalam database. Diyakini, aplikasi pendaftaran online BPJS Kesehatan tersinkronisasi dengan database kependudukan dan catatan sipil. Menurut analisa saya, terjadi kesemrawutan pada server database kependudukan dan catatan sipil. Server tersebut kemungkinan jarang di-update sehingga data KK baru memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat terdaftar pada database kependudukan dan catatan sipil.

Karena saya tidak dapat mendaftar secara online dikarenakan menurut sistem BPJS Kesehatan Kartu Keluarga saya tidak terdaftar, maka cerita pendaftaran online-nya terpaksa saya skip yaaa..

Langsung saja saya lanjutkan sesuai pengalaman saya mendaftar BPJS Kesehatan secara offline dengan mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan yang ada di Kota Semarang.

Pertama-tama, sebelum anda menuju kantor BPJS Kesehatan yang ada di kota anda, sebaiknya siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang nantinya akan dibutuhkan untuk mendaftar BPJS. Syarat yang diperlukan antara lain :

  1. Kartu Keluarga (asli dan fotocopy)
  2. KTP (asli dan fotocopy)
  3. Buku Tabungan BNI/MANDIRI/BRI (asli dan fotocopy)
  4. Foto 3×4 (Masing-masing 1 lembar)
  5. Do’a. Agar dilancarkan dan dimudahkan segala urusan

Setelah syarat-syarat tersebut sudah ada, anda berarti telah siap untuk berangkat menuju Kantor BPJS Kesehatan yang ada di kota anda. Perlu dicatat, yang akan saya tuliskan nantinya adalah pengalaman saya di Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang. Perbedaan mekanisme pendaftaran sangat mungkin terjadi di Kantor BPJS Kesehatan di kota lainnya.

Baiklah, kita mulai saja ya.

Sangat saya sarankan agar anda berangkat pagi menuju Kantor BPJS Kesehatan yang ada di kota anda. Hal ini dilakukan guna menghindari padatnya antrian peserta yang akan mendaftar maupun yang akan melakukan perubahan Faskes (Fasilitas Kesehatan) BPJS. Saya sendiri tiba di Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang pada pukul 07.30 WIB. Terlihat antrian sudah cukup panjang pada pintu masuk.

Bagi anda yang belum memiliki formulir pendaftaran, jangan ikut mengantri pada antrian tersebut. Namun, tanyalah kepada Satpam yang menjaga pintu masuk guna pengambilan formulir pendaftaran. Antrian yang ada adalah bagi mereka yang sudah mengisi formulir pendaftaran dan melakukan pengecekan ulang syarat-syarat yang dibutuhkan.

Dalam kasus saya, saya belum memiliki formulir pendaftaran, maka saya langsung diarahkan ke lantai 4 Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang. Di lantai 4 tersebut pengambilan formulir pendaftaran BPJS dilakukan. Sebelum diberikan formulir pendaftaran, anda diwajibkan mengikuti sebuah sosialisasi tentang BPJS Kesehatan berikut hak dan kewajiban anda sebagai anggota BPJS Kesehatan. Petugas sosialisasi akan menayangkan sebuah video berdurasi sekitar 10 menit tentang BPJS Kesehatan. Setelah penayangan video tersebut, baru dimulai sesi tanya jawab apabila ada hal-hal yang ingin anda tanyakan. Jika anda tidak ingin bertanya, langsung saja keluar ruangan dengan membawa formulir pendaftaran dan tidak perlu mengikuti sesi tanya jawab hingga selesai guna menghemat waktu.

Pengisian formulir pendaftaran dapat anda lakukan pada lantai 1 Kantor BPJS Kesehatan. Di lantai tersebut juga tertera daftar Faskes tingkat pertama pada sebuah papan tulis. Pilihlah Faskes yang paling dekat dengan domisili atau tempat tinggal anda. Sesudah anda melakukan pengisian formulir, barulah anda ikut mengantri pada antrian di lantai 1. Karena nantinya petugas akan melakukan checking tentang syarat-syarat yang anda bawa.

Setelah anda dinyatakan lengkap persyaratannya, anda akan diberikan nomor antrian oleh satpam penjaga pintu masuk. Nomor antrian tersebut adalah nomor antrian pemberian Virtual Account yang akan digunakan untuk pembayaran BPJS. Setelah anda menerima nomor antrian, langsung saja menuju lantai 2 Kantor BPJS Kota Semarang untuk mengantri mendapatkan virtual account. Ada sekitar 4 loket yang melayani pemberian virtual account. Ketika anda sudah diberikan virtual account, anda dapat melakukan pembayaran keanggotaan anda melalui ATM atau jika anda mempunyai tabungan di BRI, anda dapat melakukan pembayaran pada layanan BRI yang ada di lantai 4 Kantor BPJS Semarang.

Ketika anda sudah melakukan pembayaran, bawalah bukti pembayaran anda di loket pencetakan kartu BPJS di lantai 4 Kantor BPJS Kota Semarang. Loket pencetakan kartu BPJS terletak bersebelahan dengan loket pemberian virtual account. Pada loket ini tidak ada nomor antrian, anda harus mengumpulkan bukti transfer dan virtual account anda pada meja loket tersebut. Jika kartu anda sudah selesai dicetak, nama anda akan dipanggil oleh petugas loket. Proses pencetakan kartu ini adalah proses terakhir dalam rangkaian pendaftaran BPJS Kesehatan secara offline.

Sekali lagi, mekanisme yang saya paparkan diatas adalah sesuai dengan pengalaman saya ketika melakukan pendaftaran secara konvensional dengan mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang. Mekanisme pendaftaran BPJS Kesehatan secara konvensional sangat mungkin sedikit berbeda di kota lainnya.

Berikut saya berikan tips ketika anda mendaftar BPJS secara offline :

  1. Jangan pernah malu untuk bertanya. Tanyalah kepada satpam yang ada di kantor BPJS jika anda bingung dengan langkah-langkah pendaftaran BPJS Kesehatan.
  2. Perhatikan ATM terdekat. Dikarenakan Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang tidak tersedia mesin ATM, saya harus mencari ATM disekitar kantor BPJS Kesehatan. Layanan loket BRI memang ada di lantai 4 Kantor BPJS Kota Semarang, namun antriannya naudzubillah panjangnya.
  3. Pilihlan Faskes yang dekat dengan domisili anda. Jika anda memilih Klinik, anda tidak perlu mengisikan isian dokter gigi.
  4. Pilih kelas yang menurut anda paling tepat. Karena jika ada perubahan kelas maupun perubahan Faskes dikemudian hari, maka anda akan mengantri lagi dan memakan waktu yang cukup lama. Iuran/Premi setiap bulan untuk Kelas I = Rp. 59.500, Kelas II = Rp. 42.500, Kelas III= Rp. 25.500

Semoga tulisan saya bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.